𝑷𝒖𝒕𝒓𝒊 𝑷𝒆𝒍𝒂𝒏𝒈𝒊 𝒅𝒂𝒏 𝑲𝒐𝒕𝒂 𝑪𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂

 

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di suatu negeri jauh yang tersembunyi di balik perbukitan hijau, berdirilah sebuah kota bernama Kota Cahaya. Kota itu terkenal karena lampu-lampu kristalnya yang bersinar setiap malam, menerangi langit dengan warna pelangi yang indah. Penduduk percaya bahwa cahaya itu berasal dari hati seorang putri baik hati yang tinggal di istana tertinggi.

Putri itu bernama Arumi.

Arumi bukan putri biasa. Sejak kecil, ia memiliki kemampuan aneh—setiap kali ia menolong orang atau tersenyum dengan tulus, cahaya kecil akan muncul di sekitarnya. Cahaya itu perlahan membesar dan berubah menjadi warna-warni yang hangat. Karena itulah orang-orang memanggilnya Putri Pelangi.

Namun, Arumi hidup sederhana. Ia sering keluar istana untuk membantu warga: menyiram ladang yang kekeringan, menenangkan anak-anak yang ketakutan, bahkan menemani orang tua yang kesepian. Baginya, kebahagiaan orang lain jauh lebih penting daripada mahkota emas di kepalanya.

Suatu hari, langit Kota Cahaya berubah gelap.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Lampu-lampu kristal satu per satu padam. Angin dingin berembus, dan burung-burung berhenti bernyanyi. Penduduk mulai panik karena tanpa cahaya pelangi, tanaman akan mati dan sungai akan mengering.

Raja memanggil para tabib dan penyihir, tapi tak seorang pun tahu penyebabnya.

Malam itu, Arumi bermimpi.

Dalam mimpinya muncul seekor rusa putih bercahaya yang berkata,
“Cahaya kota berasal dari Kuil Hati Dunia. Kini kuil itu terluka karena keserakahan manusia. Jika tak disembuhkan, semua akan hilang.”

Tanpa ragu, Arumi memutuskan pergi ke Kuil Hati Dunia yang berada di hutan terlarang.

Ia berjalan sendirian melewati kabut tebal, akar-akar raksasa, dan sungai berkilau. Dalam perjalanan, ia bertemu anak rubah yang kakinya terjebak duri. Arumi menolongnya. Cahaya kecil muncul.

Ia menemukan burung yang sayapnya patah. Arumi merawatnya. Cahaya bertambah besar.

Ia melihat pohon tua hampir mati. Arumi menyiramnya dengan air dari kantong kecilnya. Cahaya semakin terang.

Setiap kebaikan yang ia lakukan membuat tubuhnya bersinar semakin kuat.

Akhirnya, Arumi tiba di Kuil Hati Dunia. Ia melihat batu kristal raksasa yang retak dan menghitam. Dari celahnya keluar asap kelabu.

Tanpa takut, Arumi mendekat.

Ia meletakkan tangannya di kristal itu dan berkata pelan,
“Aku tidak membawa kekuatan besar… hanya hati yang ingin menolong.”

Air mata hangat menetes dari pipinya.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Sekejap kemudian, cahaya pelangi meledak dari tubuh Arumi, menyelimuti seluruh kuil. Retakan kristal menutup, asap menghilang, dan udara kembali hangat.

Di Kota Cahaya, lampu-lampu kristal menyala kembali—lebih terang dari sebelumnya.

Arumi pingsan.

Penduduk menemukan sang putri terbaring di depan kuil. Mereka membawanya pulang dengan penuh haru. Saat Arumi terbangun, seluruh kota menyambutnya dengan bunga dan senyum.

Namun sejak hari itu, cahaya pelangi tak lagi hanya berasal dari Arumi.

Kini setiap kali seseorang berbuat baik—sekecil apa pun—cahaya kecil muncul di udara.

Kota Cahaya berubah menjadi kota yang penuh empati, tawa, dan kepedulian.

Arumi tersenyum melihat semua itu.

Ia sadar, cahaya sejati bukan berasal dari seorang putri…
melainkan dari hati setiap makhluk yang memilih untuk berbuat baik.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama