𝑩𝒖𝒍𝒂𝒏 𝒚𝒂𝒏𝒈 𝑻𝒖𝒓𝒖𝒏 𝒌𝒆 𝑫𝒆𝒔𝒂

 

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di sebuah desa kecil yang dikelilingi sungai dan kebun bunga, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Ranu. Ia tinggal bersama kakeknya di rumah bambu tua yang selalu berderit ketika angin malam datang. 

Ranu dikenal sebagai anak yang pendiam, tapi matanya selalu berbinar ketika melihat langit.

Setiap malam, Ranu duduk di tepi jendela, menatap bulan. Ia percaya bulan bisa mendengar cerita manusia. Sejak ibunya meninggal dan ayahnya pergi merantau, hanya bulan yang menjadi tempat Ranu berbagi rasa sepi.

Suatu malam, ketika bulan terlihat lebih besar dari biasanya, cahaya putih lembut turun perlahan ke halaman rumah. 

Ranu terbangun karena merasa kamarnya menjadi terang. Dengan langkah pelan, ia keluar dan melihat sesuatu yang tak pernah ia bayangkan.

Di bawah pohon mangga berdiri seorang gadis kecil bercahaya, rambutnya berkilau seperti perak, dan matanya tenang seperti danau.

Ranu tidak takut. Entah mengapa, hatinya justru terasa hangat.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Gadis itu berkata bahwa ia adalah penjaga cahaya bulan. Ia turun ke bumi karena mendengar doa seorang anak yang terlalu sering menahan tangis.

Ranu terdiam. Ia tak pernah menyangka bisikan hatinya benar-benar terdengar.

Penjaga bulan itu mengajak Ranu berjalan menyusuri desa. Di mana pun kaki mereka melangkah, rumput menjadi lebih hijau, bunga-bunga kembali mekar, dan air sungai mengalir lebih jernih. Ia menjelaskan bahwa dunia selalu memberi balasan pada hati yang tetap lembut meski pernah terluka.

Sebelum pergi, penjaga bulan memberikan Ranu sebuah serpihan cahaya kecil.

“Selama kau menyimpannya dengan tulus, kau tidak akan merasa sendirian.”

Keesokan paginya, Ranu terbangun dengan serpihan cahaya itu masih ada di genggamannya. 

Sejak hari itu, Ranu berubah. Ia mulai tersenyum lebih sering, membantu tetangga, dan menemani kakeknya dengan penuh kasih. 

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Desa pun perlahan menjadi lebih hidup. Orang-orang kembali saling menyapa, anak-anak bermain hingga senja, dan tawa terdengar di setiap sudut.

Ranu tetap menatap bulan setiap malam, tapi kini ia tak lagi berbicara tentang kesepian. Ia hanya mengucapkan terima kasih.

Karena ia telah belajar bahwa kehilangan memang menyakitkan, tapi kebaikan selalu menemukan jalan untuk kembali.

Dan sejak saat itu, orang-orang desa percaya, jika suatu malam bulan terlihat terlalu terang, mungkin ia sedang turun sebentar… untuk mendengarkan hati seseorang.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama