𝑮𝒂𝒅𝒊𝒔 𝑷𝒆𝒏𝒋𝒂𝒈𝒂 𝑨𝒏𝒈𝒊𝒏

 

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di sebuah desa yang terletak di antara perbukitan hijau, hiduplah seorang gadis kecil bernama Sari. Sejak kecil, Sari memiliki kebiasaan aneh—ia suka berdiri di atas bukit setiap sore, merentangkan tangan, dan membiarkan angin menyentuh wajahnya.

Orang-orang sering tersenyum melihatnya.

“Itu anak yang berbicara dengan angin,” kata mereka.

Sari tidak keberatan. Baginya, angin adalah teman. Angin membawa aroma sawah, suara burung, dan pesan-pesan kecil dari alam.

Suatu hari, angin di desa itu berhenti bertiup.

Daun-daun tergantung lesu di ranting. Udara terasa berat. Kincir air tak lagi berputar. Para petani kebingungan karena padi tidak lagi bergoyang dan udara panas membuat tanaman layu.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Malam itu, Sari naik ke bukit seperti biasa. Ia duduk di atas batu besar dan berbisik, “Angin, ke mana kamu pergi?”

Tiba-tiba, udara di sekelilingnya bergetar pelan. Dari kabut tipis muncul sosok transparan seperti cahaya, berkilau lembut.

“Aku lelah,” kata suara itu. “Manusia tidak lagi menjaga tanah dan pepohonan. Aku kehilangan jalan untuk kembali.”

Baca juga : 𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐓𝐢𝐦𝐮𝐧 𝐌𝐚𝐬

Hati Sari terasa sesak. Ia teringat banyak pohon yang ditebang dan sampah yang mulai menumpuk di pinggir desa.

“Apa yang harus kulakukan?” tanya Sari.

“Bantu mereka mengingat,” jawab roh angin.

Keesokan harinya, Sari mulai mengajak teman-temannya menanam pohon kecil di lereng bukit. Ia membersihkan parit bersama ayahnya dan meminta warga berhenti membakar sampah sembarangan.

Awalnya orang-orang ragu, tetapi melihat ketekunan Sari, mereka ikut membantu.

Hari demi hari, desa berubah.

Pohon-pohon baru tumbuh. Udara terasa lebih sejuk. Burung-burung kembali hinggap di dahan.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Suatu sore, ketika matahari tenggelam di balik bukit, hembusan angin lembut kembali menyapu desa. Daun-daun menari pelan, kincir air berputar, dan padi bergoyang seperti ombak emas.

Sari berdiri di bukit, tersenyum sambil memejamkan mata.

Ia tahu, angin telah pulang.

Sejak hari itu, warga menyebut Sari sebagai Gadis Penjaga Angin. Bukan karena ia memiliki kekuatan ajaib, melainkan karena ia menjaga hubungan antara manusia dan alam.

Dan Sari pun belajar bahwa satu hati kecil yang peduli mampu menggerakkan perubahan besar.


--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama