𝐉𝐚𝐧𝐣𝐢 𝐝𝐢 𝐔𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐉𝐚𝐧𝐮𝐚𝐫𝐢 - 𝙏𝘼𝙈𝘼𝙏𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
LAMPU4D - Aira pergi tanpa drama. Tidak ada air mata berlebihan, hanya pelukan terakhir yang terasa terlalu singkat. Raka berdiri mematung saat pintu tertutup.
Sejak hari itu, rumah terasa kosong. Pesan tidak lagi datang, telepon tidak lagi berdering. Raka belajar hidup dengan kehilangan yang tidak pernah ia minta.
Undangan itu membawa Raka ke kota yang jauh dari kenangan. Di lobi hotel, ia melihat Aira lagi. Cantik, tenang, dan terlihat dewasa.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D
Senyum Aira masih sama, tapi rasanya berbeda. Mereka berbincang singkat, canggung namun jujur. Ada banyak hal yang ingin dikatakan, tapi tidak semua perasaan pantas untuk diucapkan kembali.
Malam sebelum pernikahan, Aira mengajak Raka bertemu sebentar. Di tepi pantai, suara ombak menjadi saksi kejujuran yang tertunda. Aira mengaku masih menyimpan rasa, tapi memilih jalan yang aman.
Raka tersenyum getir. Ia juga masih cinta, tapi tahu bahwa cinta saja tidak cukup untuk membuat seseorang bertahan.
Di hari pernikahan, Raka duduk di bangku belakang. Ia melihat Aira berjalan menuju altar dengan langkah mantap. Saat janji suci diucapkan, Raka tidak menangis. Ia hanya merasa sesuatu di dalam dirinya akhirnya benar-benar selesai. Cinta itu masih ada, tapi kini tidak lagi menjadi miliknya.
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
Sebelum resepsi berakhir, Aira menyerahkan sebuah kotak kecil pada Raka. Di dalamnya ada lampu meja berwarna kuning. Aira berkata agar Raka tidak lupa pulang, meski tanpa dirinya. Raka mengangguk, menahan rasa yang tidak lagi perlu diperjuangkan.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D
Malam itu Raka menyalakan lampu kuning di kamar hotelnya. Cahaya hangat memenuhi ruangan yang sepi. Ia sadar bahwa kehilangan tidak selalu harus diperbaiki. Beberapa hal memang diciptakan untuk dikenang, bukan dimiliki selamanya.
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
Raka memejamkan mata, mengucapkan selamat tinggal pada Januari yang lama, dan akhirnya melangkah tanpa menoleh lagi.
“Terima kasih sudah menemani cerita ini sampai akhir. Semoga setiap emosi yang tertinggal di hati kalian menjadi kenangan yang indah. Sampai bertemu di cerita selanjutnya.”
