Janji di Ujung Januari - by LAMPU4D
LAMPU4D - Raka tidak pernah menyangka sebuah undangan bisa terasa lebih berat daripada perpisahan. Amplop itu datang di pagi yang biasa, tergeletak di meja kerjanya dengan nama yang sudah lama ia hindari. Aira Pramesti.
Tangannya bergetar saat membuka kartu itu. Nama Aira berdampingan dengan nama pria lain, lengkap dengan tanggal pernikahan di akhir Januari. Raka menatap lama tulisan itu, lalu tersenyum pahit. Januari pernah menjadi milik mereka.
Sore itu Raka masuk ke toko lampu kecil di sudut kota. Ia berdiri lama di depan rak lampu meja berwarna kuning.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D
Warna yang dulu selalu dipilih Aira karena katanya hangat dan jujur. Raka membeli satu tanpa banyak berpikir. Ia tidak tahu untuk apa, hanya merasa perlu membawa pulang sesuatu yang mengingatkannya pada rumah yang pernah ia punya.
Raka dan Aira bertemu bertahun lalu di tempat yang sederhana. Obrolan kecil berubah menjadi kebiasaan, kebiasaan berubah menjadi rasa.
Mereka tumbuh bersama, saling menguatkan saat dunia terasa berat. Raka selalu yakin cinta mereka cukup untuk melawan apa pun. Ia lupa bahwa cinta juga bisa lelah.
Waktu mengubah banyak hal. Mimpi mereka mulai berjalan ke arah yang berbeda. Aira ingin kepastian, Raka masih berjuang menata hidup.
Pertengkaran kecil muncul lebih sering, diam menjadi bahasa yang paling sering mereka gunakan. Hingga suatu malam, Aira berkata ia lelah. Bukan karena tidak cinta, tapi karena terlalu lama menunggu.