LAMPU4D - Tatapan asing muncul dari meja seberang. Seorang pria dengan senyum percaya diri memandang Yuyu terlalu lama.
Aron merasakannya. “Kita pulang,” katanya.
Yuyu mengerutkan kening. “Baru juga datang.” Aron menatapnya “Sekarang.”
Yuyu mendengus, lalu bangkit. Saat mereka pergi, pria itu tersenyum lebih lebar.
Felix yang menunggu di luar menyadarinya. “Masalah?” tanya Felix. Aron hanya menjawab singkat. “Catat.”
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Malamnya, Yuyu duduk di balkon. “Aku tidak suka caramu melarang,” katanya pelan
Aron berdiri di belakangnya. “Aku tidak melarang, aku melindungi.” Yuyu berbalik.
“Aku bukan rapuh.” Aron menatapnya lama.
“Aku tahu. Itu sebabnya aku menjaga lebih keras.” Yuyu terdiam, lalu memeluknya “Aku percaya.”
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Hari-hari berjalan dengan keseharian yang dijaga. Aron memastikan Yuyu tertawa, Samuel memastikan wilayah aman, Felix memastikan musuh tidak sempat mendekat.
Gisel dan Caca sering datang, membawa cerita ringan. “Kalau bukan mafia, kita seperti keluarga normal,” canda Caca. Samuel menatapnya. “Normal itu relatif.”
Ancaman akhirnya datang cepat. Tembakan terdengar di malam hujan.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
Aron menutupi Yuyu. “Jangan lihat,”
Yuyu gemetar tapi mengangguk. Setelah sunyi, Samuel berkata, “Peringatan.”
Felix menambahkan, “Pria kafe itu.” Yuyu menatap Aron. “Aku mau tahu
.𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
” Aron menghela napas. “Ada yang menginginkanmu.” Yuyu mengangkat dagu.
“Aku tidak akan lari.” Aron tersenyum kecil. “Aku tahu.”
Perang singkat terjadi tanpa hiruk pikuk. Aron pulang dengan luka kecil di lengan hingga membuat Yuyu panik. “Kamu terluka.”
Aron duduk dengan tenang. “Hanya goresan.”
Yuyu membersihkannya sambil mengomel. “Kamu selalu bilang begitu.” Aron menatapnya lembut. “Karena aku selalu pulang.”
