𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
LAMPU4D - Saat pintu besi terbuka paksa, semua terjadi terlalu cepat. Tembakan memecah udara. Aron mendorong Yuyu ke belakang sofa. “Jangan bergerak,” perintahnya.
Gisel menjerit. Caca berdiri refleks di depan Yuyu. Dari balik bayangan, suara laki-laki terdengar dingin. “Yuyu De George. Akhirnya.”
Nama itu membuat Aron menegang. “Dorian Sterling,” gumamnya.
Dorian melangkah maju dengan senyum tipis. “Tenang saja, Aron. Aku hanya ingin berbincang.”
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Yuyu berteriak, “Aron.” Aron berusaha mendekat, tapi tembakan peringatan menghentikannya.
Dalam kekacauan itu, Yuyu ditarik paksa. Caca berusaha melawan. “Jangan sentuh dia.” Sebuah tembakan meletus. Caca jatuh.
“CACAAA,” jerit Yuyu sebelum tubuhnya diseret pergi.
Gudang tua menjadi penjara. Yuyu duduk terikat, tubuhnya gemetar
Dorian berjalan memutari. “Kau tahu betapa berharganya dirimu,” katanya santai.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
Yuyu menatapnya dengan mata basah. “Aron akan datang.” Dorian tertawa. “Itu yang kuharapkan.”
Sementara itu, Samuel De George meninju meja hingga retak. “Lacak sekarang.”
Felix sudah bergerak. “Lokasi ditemukan.” Aron berdiri diam, wajahnya dingin seperti kematian.
“Jika dia terluka,” suaranya nyaris berbisik, “tidak ada yang akan hidup.”
Gisel berlutut di samping tubuh Caca yang bersimbah darah. “Tolong bangun,” isaknya. Namun Caca hanya tersenyum lemah. “Jaga Yuyu.” Itu kata terakhirnya.
Saat mereka menemukan Yuyu, Aron yang pertama masuk. Ia menembak tanpa ragu. Dorian melarikan diri lewat pintu belakang.
Aron memeluk Yuyu yang menangis histeris. “Aku di sini,” katanya berulang. Yuyu menggenggam jas Aron, tubuhnya gemetar. “Caca.” Aron menutup mata sejenak.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
Aron duduk di samping ranjangnya setiap malam. “Aku minta maaf,” bisiknya. Yuyu akhirnya menangis dalam pelukannya. “Aku capek.”
Samuel dan Felix tidak berbicara soal belas kasihan. “Dorian harus mati,” kata Samuel dingin. Felix mengangguk. “Untuk Caca.”
Mereka melacak Dorian hingga ke markas terakhirnya. Tidak ada negosiasi. Tidak ada peringatan.
Dorian tertawa saat melihat mereka. “Kalian terlambat.” Samuel mengangkat senjata. “Untuk adik kami.” Felix menembak lebih dulu.
Dorian tersungkur. Samuel memastikan dengan satu tembakan terakhir. Sunyi.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Kabar kematian Dorian sampai ke Aron. Ia tidak tersenyum. Ia pulang. Yuyu masih lemah, tapi saat melihat Aron, matanya hidup sedikit. “Sudah selesai,” kata Aron pelan. Yuyu mengangguk, air mata jatuh.
Waktu berjalan perlahan. Luka tidak sembuh cepat, tapi cinta bertahan. Gisel tetap di sisi Yuyu. “Caca pasti marah kalau kamu menyerah,” katanya. Yuyu tersenyum kecil.
Malam itu, Yuyu menyalakan lilin kecil untuk Caca. “Terima kasih,” katanya pelan. Aron memeluknya. Dunia tetap kejam, kehilangan tetap ada, tapi mereka memilih hidup. Bersama.
“Terima kasih sudah menemani cerita ini sampai akhir. Semoga setiap emosi yang tertinggal di hati kalian menjadi kenangan yang indah. Sampai bertemu di cerita selanjutnya.”

