𝗜𝘀𝘁𝗿𝗶 𝗡𝗮𝗸𝗮𝗹 𝗧𝘂𝗮𝗻 𝗔𝗿𝗼𝗻 - 𝗣𝗔𝗥𝗧 𝟭

 

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗;

LAMPU4D - Nayara Alviona Arka berdiri di depan cermin dengan gaun putih yang terasa seperti borgol. Bukan karena ketat, melainkan karena janji yang dipaksakan. Di luar kamar, suara langkah kaki terdengar pelan, teratur, seperti seseorang yang selalu tahu ke mana harus melangkah.

Pintu terbuka tanpa ketukan.

Aron Valen Arka masuk dengan setelan hitam rapi, rambutnya disisir sempurna, wajahnya tenang seolah pernikahan ini hanya rapat bisnis yang harus diselesaikan. Tatapannya jatuh pada Nayara, dingin dan tajam, tapi ada sesuatu di sana yang membuat napas Nayara tertahan, sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan selain… kuasa.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

“Kita berangkat,” ucap Aron singkat.

Nayara menoleh, menahan gemetar di ujung jari. “Aku tidak mau.”

Aron tidak terlihat kaget. Ia berjalan mendekat, berhenti tepat di belakang Nayara, menatap pantulan mereka berdua di cermin. “Kau akan mau.”

Nayara mengepalkan tangan. “Aron, ini bukan mainan. Ini hidupku.”

Aron menunduk sedikit, suaranya rendah. “Dan mulai hari ini, hidupmu aman.”

“Dengan cara mengurungku”

Aron menghela napas pelan, seperti orang yang lelah menjelaskan sesuatu yang sudah ia yakini. “Aku tidak mengurung. Aku menjaga.”

Nayara berbalik menghadapnya. “Aku bukan barang.”

Aron menatapnya beberapa detik, lalu mengulurkan tangan. “Ayo.”

Di gereja kecil yang dipenuhi keluarga dan orang-orang penting, Nayara berjalan di samping Aron, bukan karena ingin, tapi karena semua mata memaksanya terlihat kuat. Janji terucap. Cincin terpasang. Tepuk tangan terdengar. Senyum-senyum palsu mengembang. Dan Nayara tersenyum juga—senyum tipis yang tidak sampai ke matanya.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Saat mereka keluar, Aron merapatkan jaketnya pada bahu Nayara. “Jangan kedinginan.”

Nayara menepis pelan. “Aku tidak butuh perhatianmu.”

Aron tidak marah. Ia hanya menatap lurus ke depan. “Kau akan terbiasa.”

Rumah Aron seperti museum yang terlalu mahal untuk disentuh. Lantainya mengilap, dindingnya putih bersih, segala sesuatu tertata rapi. Tidak ada foto keluarga, tidak ada tawa, tidak ada bau masakan. Hanya sunyi yang dingin.

Nayara duduk di sofa, menatap daftar yang diletakkan Aron di meja.

Jam makan. Jam tidur. Jam keluar. Jam pulang.

Di bawahnya, satu kalimat yang membuat darah Nayara mendidih.

Tidak boleh keluar tanpa izin Tuan Aron.

Nayara tertawa kecil, pahit. “Ini penjara.”

BERSAMBUNG

ᴛᴜɴɢɢᴜɪɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ꜱᴇʟᴀɴᴊᴜᴛɴʏᴀ ᴛᴇᴍᴀɴ-ᴛᴇᴍᴀɴ ᴀᴋᴜ😊

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D


𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama