𝐆𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐋𝐮𝐠𝐮 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐱𝐢𝐦𝐞 - 𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

LAMPU4D   - Pintu gudang terbuka dengan ledakan. Maxime masuk seperti neraka yang hidup. Aidan di belakangnya, senjata terangkat. Vero berdiri, menatap Maxime.

“Lepaskan dia,” suara Maxime rendah, berbahaya.

Vero mengangkat tangan, menahan anak buahnya. “Kita bicara, Maxime.”

Maxime menembak lantai dekat kaki Vero. “Aku tidak bicara dengan penculik.”

Vero tersenyum getir. “Aku hanya ingin memastikan kamu pantas.”

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Pertempuran pecah. Anak buah jatuh. Suara tembakan memekakkan. Maxime bergerak cepat, wajahnya tanpa emosi. Ia tidak berhenti sampai ia berada di depan Luna, memotong ikatannya dengan tangan gemetar yang disembunyikan.

“Kamu sakit,” bisik Maxime, melihat luka kecil di pergelangan tangan Luna.

“Tidak apa,” Luna menangis. “Aku takut.”

Maxime memeluknya erat. “Aku di sini.”

Vero berdiri di ujung ruangan, napasnya berat, darah mengalir dari bahunya. Ia menatap Luna, tatapannya bukan marah, melainkan pasrah.

“Kalau aku terus melawan, kamu akan semakin terluka,” kata Vero pelan.

Luna menatap Vero, menangis. “Maaf.”

Vero tersenyum pahit. “Jaga dirimu, Luna.”

Lalu Vero menatap Maxime. “Aku mengikhlaskan. Tapi kalau kamu menyakitinya, aku akan kembali.”

Maxime tidak menjawab, hanya mengangguk tipis. Itu cukup.

Vero pergi ke Italia, meninggalkan masa lalu di belakang.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Setelah kejadian itu, Luna jatuh sakit. Stres, ketakutan, dan luka batin membuat tubuhnya melemah. Maxime merawatnya sendiri. Ia menolak pergi dari sisi ranjang. Ia menyuapi Luna, mengganti kompres, menahan tangisnya sendiri saat Luna menggigil.

“Aku takut kamu hilang,” bisik Maxime suatu malam.

Luna menatapnya lemah. “Aku masih di sini.”

Maxime menggenggam tangan Luna. “Kamu rumahku.”

Dan akhirnya, pernikahan mereka terjadi dengan lebih sakral daripada rencana awal. Tidak ada pesta besar yang terlalu mencolok, hanya keluarga, kepercayaan, dan janji.

Saat Luna mengucap “iya,” Maxime menutup mata, menahan rasa yang terlalu penuh di dadanya. Ia memegang tangan Luna seolah tidak akan pernah melepas.

Bertahun setelah itu, rumah mereka tidak selalu sunyi lagi. Luna belajar tentang dunia Maxime sedikit demi sedikit, bukan untuk menjadi mafia, tetapi untuk mengerti. Maxime belajar tentang dunia Luna, tentang lembut, tentang sabar, tentang cinta yang tidak harus mengikat untuk menjaga.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Aidan dan Hazel tetap bersama, menjadi pilar kecil di sisi mereka. Hazel sering menggendong bayi kecil Luna, tertawa, sementara Aidan berdiri di sampingnya, wajah datar tapi mata lembut.

Di suatu pagi, Luna duduk di balkon, menggendong bayi perempuan mereka. Maxime berdiri di belakang, memeluk Luna dari belakang, mencium pelipisnya. 

“Kamu bahagia,” bisik Maxime.

Luna tersenyum, menatap anaknya. “Aku bahagia.”

Maxime menatap langit, seolah berbicara pada orang tuanya yang sudah tiada. “Aku juga.”

Dan untuk pertama kalinya, penguasa mafia yang paling ditakuti dunia, benar-benar punya sesuatu yang lebih berharga dari kekuasaan.

Sebuah keluarga.

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama