𝐆𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐋𝐮𝐠𝐮 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐱𝐢𝐦𝐞 - 𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟒

 

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

LAMPU4D   - Maxime menatapnya, untuk pertama kalinya tanpa topeng. “Karena aku tidak punya siapa-siapa, Luna. Kalau kamu pergi, aku kembali sendiri.”

Luna tidak menjawab, tapi ia membiarkan Maxime tetap menggenggam tangannya. Di tengah demam, Luna mulai melihat sisi lain Maxime, sisi yang kesepian, sisi yang hanya ingin punya rumah.

Hari demi hari, Luna pulih. Maxime tidak lagi sekadar memerintah, ia mulai bertanya. Ia mulai membiarkan Luna memilih, walau tetap dengan pengawalan. Ia mulai mendengarkan, meski terkadang gagal menahan posesifnya.

Dan perlahan, tanpa Luna sadari, ia jatuh cinta.

Bukan pada monster yang ditakuti dunia, tetapi pada lelaki yang diam-diam membuat sup saat ia mual, yang duduk semalaman saat ia mimpi buruk, yang memarahi semua orang tapi berbicara lembut padanya.

Pernikahan akhirnya ditetapkan. Orang tua Luna datang dengan senyum lega. “Aku tahu kamu bisa menjaganya,” kata ayah Luna pada Maxime.

Maxime hanya mengangguk. “Aku akan mati duluan sebelum membiarkan Luna terluka.”

Luna berdiri di samping ayahnya, gaun putihnya sederhana tapi indah. Ia menatap Maxime di altar, dan jantungnya berdegup aneh, bukan takut, melainkan… yakin.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Namun sebelum kebahagiaan itu benar-benar mapan, masa lalu Luna kembali.

Namanya Vero Alpha Salverino, panggilan Vero. Ia datang seperti bayangan dari Italia, membawa aroma lama yang tidak pernah benar-benar hilang. Vero pernah menjadi orang yang dekat dengan Luna saat kecil, seseorang yang Luna anggap saudara, sebelum hidup memisahkan mereka.

Vero menatap Luna dari kejauhan, lalu tersenyum pahit. “Kamu milik dunia yang salah,” gumamnya.

Vero tidak datang untuk wilayah. Ia datang untuk Luna.

Penculikan itu terjadi cepat. Saat Luna keluar dari butik bersama Hazel, mobil hitam menutup jalan. Hazel berteriak, berusaha menahan, tapi senjata menodong. Luna diseret, matanya melebar ketakutan. “HAZEL!”

Hazel jatuh terduduk, lalu segera menghubungi Aidan dengan tangan gemetar. “Aidan, Luna diculik.”

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Aidan membeku beberapa detik, lalu suaranya menjadi dingin. “Lokasi.”

Maxime menerima kabar itu saat sedang rapat. Ia berdiri pelan, dan ruangan langsung sunyi. “Siapa,” tanya Maxime.

“Ada jejak Salverino,” jawab Aidan.

Nama itu membuat mata Maxime menghitam. “Vero.”

Pencarian berubah menjadi perburuan.

Luna ditahan di gudang tua. Vero duduk di depan Luna, tatapannya terluka tapi keras. “Aku tidak akan menyakitimu,” kata Vero.

Luna menangis. “Lepaskan aku. Maxime akan datang.”

Vero tertawa pelan. “Aku ingin dia datang. Aku ingin dia tahu, kamu bukan miliknya.”

Luna menggeleng. “Aku memilih dia.”

Kalimat itu membuat Vero terdiam lama. “Kamu memilih dia karena takut, atau karena cinta.”

Luna menelan ludah, lalu berkata pelan tapi tegas. “Karena cinta.”

BERSAMBUNG

ᴛᴜɴɢɢᴜɪɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ꜱᴇʟᴀɴᴊᴜᴛɴʏᴀ ᴛᴇᴍᴀɴ-ᴛᴇᴍᴀɴ ᴀᴋᴜ😊

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D


𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama