𝑺𝒖𝒂𝒓𝒂 𝑳𝒂𝒏𝒈𝒌𝒂𝒉 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑳𝒐𝒕𝒆𝒏𝒈 𝑹𝒖𝒎𝒂𝒉 𝑵𝒆𝒏𝒆𝒌

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di sebuah desa yang dikelilingi perkebunan karet dan hutan kecil, berdiri sebuah rumah kayu tua yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. 

Rumah itu milik seorang nenek yang tinggal sendirian sejak suaminya meninggal. Warga desa mengenalnya sebagai Nenek Sari, seorang perempuan tua yang ramah tetapi jarang keluar rumah.

Rumah Nenek Sari cukup besar dan memiliki loteng tua di bagian atas. Loteng itu sudah lama tidak dipakai karena penuh dengan barang-barang lama seperti peti kayu, kursi rusak, dan lampu minyak yang sudah tidak digunakan lagi.

Suatu malam, ketika hujan turun cukup deras, Nenek Sari yang sedang duduk di ruang tengah tiba-tiba mendengar suara langkah kaki dari loteng rumahnya.

Awalnya ia mengira suara itu berasal dari tikus atau kucing yang mungkin masuk melalui celah atap. Namun suara langkah itu terdengar terlalu berat untuk seekor hewan kecil.

Langkah itu terdengar seperti seseorang yang sedang berjalan perlahan di atas lantai kayu loteng.

Nenek Sari mencoba mengabaikan suara tersebut. Ia berpikir mungkin hanya suara kayu yang berderit karena cuaca dingin.

Namun beberapa menit kemudian suara itu terdengar lagi.

Kali ini lebih jelas.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Langkah itu berjalan dari satu ujung loteng ke ujung lainnya, seolah-olah ada seseorang yang sedang mencari sesuatu di sana.

Nenek Sari mulai merasa tidak nyaman. Ia mengambil lampu minyak dan berdiri di bawah tangga kayu yang menuju ke loteng.

Tangga itu sudah sangat tua dan jarang digunakan. Debu tebal menutupi hampir setiap anak tangganya.

Ia memperhatikan tangga itu beberapa saat.

Tidak ada siapa pun yang turun.

Namun dari atas, suara langkah itu masih terdengar.

Tok… tok… tok…

Langkah itu berjalan pelan di atas kepalanya.

Nenek Sari akhirnya memutuskan untuk tidak naik ke loteng malam itu. Ia memilih masuk ke kamar dan mencoba tidur.

Namun suara langkah itu masih terdengar sampai larut malam.

Keesokan harinya Nenek Sari menceritakan kejadian itu kepada tetangganya. Beberapa orang mengatakan mungkin ada kucing liar yang masuk ke loteng melalui celah atap.

Namun ketika beberapa warga memeriksa loteng tersebut pada siang hari, mereka tidak menemukan jejak apa pun.

Debu di lantai loteng masih terlihat tebal dan tidak ada bekas kaki manusia maupun hewan.

Malam berikutnya kejadian itu terjadi lagi.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Suara langkah kembali terdengar dari loteng ketika rumah sudah gelap dan sunyi.

Kali ini Nenek Sari mencoba memberanikan diri. Ia membawa lampu minyak dan menaiki tangga menuju loteng.

Tangga kayu itu berderit setiap kali ia melangkah.

Ketika ia sampai di atas, ia mengangkat lampu minyak untuk menerangi ruangan.

Loteng itu kosong.

Hanya ada peti kayu tua dan beberapa barang lama yang tertutup debu.

Namun ketika ia berdiri diam beberapa detik, ia tiba-tiba mendengar suara langkah di belakangnya.

Langkah itu sangat pelan, tetapi jelas.

Nenek Sari langsung menoleh.

Tidak ada siapa pun di sana.

Namun lantai kayu di belakangnya berderit pelan seolah-olah ada seseorang yang baru saja berdiri di tempat itu.

Sejak malam itu, Nenek Sari tidak pernah lagi naik ke loteng rumahnya.

Ia bahkan menutup tangga menuju loteng dengan papan kayu agar tidak ada yang naik ke sana.

Namun meskipun tangga itu sudah ditutup, beberapa warga yang tinggal di sekitar rumahnya mengatakan bahwa mereka kadang masih mendengar suara langkah berjalan di loteng rumah tersebut ketika malam sangat sunyi.

Suara itu terdengar pelan, berjalan perlahan dari satu sisi loteng ke sisi lainnya.

Seolah-olah ada seseorang yang masih tinggal di atas rumah itu…
dan terus berjalan di sana setiap malam.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama