𝗞𝗼𝘁𝗮 𝗱𝗶 𝗕𝗮𝗹𝗶𝗸 𝗪𝗮𝗸𝘁𝘂

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃  - Malam itu datang tanpa tanda apa pun. Tidak ada angin kencang, tidak ada hujan deras, bahkan langit tampak biasa saja. 

Namun ketika jarum jam di menara kota menunjuk angka dua belas, sesuatu yang aneh terjadi. Semua suara menghilang. Langkah kaki berhenti. Lampu-lampu tetap menyala, tetapi dunia terasa mati.

Arka berdiri di trotoar dengan napas tertahan. Ia baru saja hendak menyeberang jalan ketika semuanya tiba-tiba diam. 

Mobil di depannya berhenti, pengemudinya membeku dengan tangan masih di setir. Seorang anak kecil di pinggir jalan tidak bergerak, es krim di tangannya bahkan tidak menetes. Waktu benar-benar berhenti.

Hanya Arka yang masih bisa bergerak.

Perasaan dingin menjalar di punggungnya. Ia melangkah pelan, memastikan bahwa ini bukan mimpi. Setiap langkahnya bergema aneh di tengah keheningan yang tidak wajar. Ia mencoba menyentuh seseorang, tetapi tubuh itu terasa kaku, seperti patung yang tidak bernyawa.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

“Jangan panik.”

Suara itu muncul begitu saja dari belakangnya.

Arka menoleh dengan cepat. Seorang gadis berdiri beberapa langkah darinya. Wajahnya tenang, matanya tajam seolah sudah mengetahui semua yang terjadi.

“Apa ini?” tanya Arka dengan suara pelan.

“Waktu berhenti,” jawab gadis itu singkat.

Arka menelan ludah. “Aku bisa lihat itu. Tapi kenapa?”

Gadis itu tidak langsung menjawab. Ia berjalan mendekat, lalu berhenti tepat di hadapan Arka. “Karena ada yang mencurinya.”

Kata-kata itu terasa tidak masuk akal, tetapi keadaan di sekitar membuat Arka tidak bisa menolak kemungkinan apa pun.

“Namaku Lyra,” lanjut gadis itu. “Dan kamu... berbeda.”

“Aku tidak berbeda,” jawab Arka cepat. “Aku hanya orang biasa.”

“Kalau begitu, kamu juga akan ikut membeku.”

Arka terdiam. Ia tidak punya jawaban.

Lyra mengulurkan tangan. “Kalau kamu ingin semuanya kembali normal, ikut aku.”

Arka ragu sejenak, tetapi akhirnya ia menerima uluran tangan itu. Tidak ada pilihan lain.

Mereka berjalan menyusuri jalan kota yang membeku, lalu berbelok ke sebuah gang sempit yang tidak pernah Arka perhatikan sebelumnya. Di ujung gang itu terdapat sebuah pintu tua yang tampak rapuh.

Lyra membukanya perlahan.

Apa yang ada di baliknya membuat Arka terdiam.

Bukan jalan lain, melainkan dunia yang sepenuhnya berbeda.

Langit tampak retak seperti kaca, dengan cahaya aneh menyusup di sela-selanya. Bangunan-bangunan melayang tanpa fondasi, dan di tengah semua itu berdiri sebuah jam raksasa yang berputar tidak beraturan.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

“Ini tempat apa?” bisik Arka.

“Tempat di mana waktu dikendalikan,” jawab Lyra.

Arka merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Dunia ini terasa tidak nyata, tetapi semuanya tampak begitu jelas.

Lyra menunjuk ke arah menara tinggi di kejauhan. Dari sana, bayangan gelap menjalar seperti akar yang menyebar ke seluruh penjuru.

“Itu sumbernya,” katanya. “Kalau kita tidak menghentikannya, waktu tidak akan pernah kembali.”

Arka menarik napas panjang. Ia tidak pernah membayangkan akan terlibat dalam hal seperti ini.

Namun ia mengangguk.

Perjalanan menuju menara terasa berat. Udara di tempat itu seperti menekan tubuh, membuat setiap langkah terasa lambat. Bayangan-bayangan gelap mulai bermunculan, bergerak tanpa bentuk pasti.

Salah satu dari mereka menyerang.

Arka terkejut, tetapi tubuhnya bergerak sendiri. Tangannya terangkat, dan tiba-tiba cahaya muncul dari telapak tangannya. Cahaya itu menghantam bayangan tersebut hingga menghilang.

Arka menatap tangannya dengan bingung.

“Apa itu tadi?”

Lyra menatapnya serius. “Itu kekuatanmu.”

“Aku tidak pernah punya kekuatan.”

“Kamu hanya belum menyadarinya.”

Arka tidak sempat bertanya lebih jauh. Bayangan lain mulai mendekat. Kali ini ia mencoba mengendalikan cahaya itu. Ia memusatkan pikirannya, merasakan sesuatu mengalir dalam dirinya.

Cahaya itu muncul lagi.

Dengan perlahan, Arka mulai memahami. Ia bisa memperlambat gerakan bayangan, bahkan menghentikannya sesaat.

Mereka terus bergerak hingga akhirnya mencapai puncak menara.

Di sana berdiri seorang pria berjubah gelap. Ia menghadap jam raksasa yang retak, seolah sedang mengawasi sesuatu.

“Kalian datang juga,” katanya tanpa menoleh.

Arka melangkah maju. “Kamu yang menghentikan waktu?”

Pria itu berbalik perlahan. Matanya kosong, tanpa emosi.

“Dunia ini tidak layak bergerak,” jawabnya. “Semua kesalahan, semua penderitaan... akan berhenti di sini.”

“Itu bukan solusi,” kata Arka tegas.

Pria itu tersenyum tipis. “Kamu tidak mengerti.”

Gelombang kekuatan tiba-tiba menyebar. Arka terdorong ke belakang, tubuhnya terasa berat.

Lyra berteriak, menyuruhnya bangkit.

Arka mencoba berdiri. Ia menatap jam besar di belakang pria itu. Retakannya semakin dalam.

Jika jam itu hancur, semuanya akan berakhir.

Arka mengepalkan tangan. Ia mengingat semua yang pernah ia rasakan—ketakutan, harapan, kebahagiaan kecil yang sering dianggap sepele.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Semua itu tidak sempurna.

Namun justru itulah yang membuat hidup berarti.

Ia melangkah maju.

Cahaya di tangannya muncul lebih kuat dari sebelumnya. Pria itu mencoba menghentikannya, tetapi Arka tidak berhenti.

Dengan satu dorongan terakhir, ia melepaskan seluruh kekuatannya.

Cahaya memenuhi ruangan.

Ketika semuanya kembali tenang, pria itu telah menghilang. Jam raksasa berhenti retak, lalu perlahan kembali bergerak.

Suara detik pertama terdengar begitu jelas.

Waktu kembali berjalan.

Arka jatuh terduduk, napasnya berat. Lyra mendekat dan tersenyum kecil.

“Semua sudah selesai,” katanya.

“Apakah dunia akan kembali normal?”

Lyra mengangguk. “Ya. Tapi kamu tidak akan melupakan ini.”

Cahaya mulai mengelilingi Arka. Dunia di sekitarnya perlahan memudar.

Ketika ia membuka mata, ia sudah kembali ke jalan kota.

Semua orang bergerak seperti biasa. Tidak ada yang menyadari apa yang telah terjadi.

Arka menatap langit. Jam di menara berdetak seperti biasa.

Ia tersenyum pelan.

Karena kini ia tahu, waktu bukan sekadar sesuatu yang berjalan tanpa arti.

Melainkan sesuatu yang harus dijaga.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama