𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 - Di atas awan paling tinggi berdiri Kerajaan Letharia—negeri terapung yang ditopang oleh kristal biru bernama Aqualith. Kristal itu menjaga keseimbangan langit dan bumi. Selama Aqualith bersinar, Letharia tidak akan pernah jatuh.
Putri Maheralyn adalah pewaris terakhir takhta. Sejak kecil ia diajarkan satu rahasia: jika kristal itu retak, hanya darah kerajaan yang bisa memperbaikinya.
Namun tidak ada yang pernah tahu harga yang harus dibayar.
Suatu hari, hujan turun tanpa henti.
Bukan hujan biasa—melainkan hujan hitam, pekat seperti tinta, yang mengikis cahaya Aqualith. Retakan mulai muncul di permukaan kristal. Tanah Letharia bergetar. Bangunan marmer perlahan miring. Rakyat panik.
Maheralyn berlari menuju Menara Inti, tempat kristal itu disimpan.
Di sana ia bertemu Arvein, panglima muda yang diam-diam ia cintai sejak kecil.
“Jika retakan itu pecah,” kata Arvein, “kerajaan akan jatuh ke bumi dan hancur.”
Maheralyn menatap kristal yang kini berdenyut lemah.
Ia tahu jawabannya.
Naskah kuno menyebutkan: Darah pewaris akan menyatu dengan inti, menutup retakan, namun jiwanya menjadi penopang selamanya.
Artinya, ia tidak akan mati.
Namun ia tidak akan hidup lagi sebagai manusia.
Ia akan menjadi bagian dari kristal—kesadaran yang terperangkap selamanya di dalam cahaya biru.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Arvein menggenggam tangannya. “Kita bisa mencari cara lain.”
Maheralyn tersenyum lembut.
“Tidak ada waktu.”
Hujan semakin deras. Separuh kota mulai runtuh. Orang-orang berteriak. Langit di bawah mereka terlihat semakin dekat.
Maheralyn melangkah menuju kristal.
Ia memejamkan mata dan berbisik pelan, “Jika aku harus hilang agar mereka tetap hidup, maka biarlah.”
Ia menyentuhkan telapak tangannya ke Aqualith.
Cahaya biru menyala menyilaukan.
Retakan perlahan tertutup. Hujan hitam berubah menjadi hujan bening. Tanah berhenti bergetar.
Namun tubuh Maheralyn mulai berubah menjadi serpihan cahaya.
Arvein mencoba menariknya, tetapi tangannya hanya menangkap kilau yang memudar.
“Maha!” teriaknya.
Maheralyn tersenyum untuk terakhir kalinya.
“Jaga mereka… untukku.”
Dalam sekejap, tubuhnya lenyap, menyatu ke dalam kristal.
Aqualith kembali utuh—lebih terang dari sebelumnya.
Kerajaan Letharia selamat.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Namun sejak hari itu, kristal biru di Menara Inti memiliki satu keanehan: jika malam terlalu sunyi, cahaya di dalamnya berdenyut seperti jantung yang kesepian.
Arvein menjadi raja tanpa mahkota. Ia memerintah dengan adil, namun tidak pernah menikah. Setiap malam, ia berdiri di depan kristal, berbicara seolah Maheralyn masih bisa mendengarnya.
“Kerajaan aman,” bisiknya.
Kadang-kadang, cahaya kristal berpendar lembut.
Seperti jawaban yang tidak pernah cukup.
Bertahun-tahun berlalu. Arvein menua.
Di hari terakhir hidupnya, ia berjalan ke Menara Inti untuk terakhir kali. Ia menyentuh permukaan kristal yang dingin.
“Aku menepati janjiku,” katanya pelan.
Saat napas terakhirnya pergi, kristal berkilau sangat terang—lebih terang dari sebelumnya.
Namun cahaya itu tidak pernah lagi berdenyut seperti jantung.
Kerajaan tetap berdiri.
Rakyat hidup makmur.
Namun di puncak menara, dua jiwa terkurung dalam cahaya yang abadi, tidak bisa saling menyentuh, tidak bisa benar-benar bertemu.
Letharia selamat.
Tapi cinta mereka tenggelam bersama hujan pertama.
--------
