𝑩𝒂𝒚𝒂𝒏𝒈𝒂𝒏 𝒅𝒊 𝑲𝒐𝒕𝒂 𝑩𝒂𝒘𝒂𝒉 𝑻𝒂𝒏𝒂𝒉

 

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Arka tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sebuah pesan singkat yang muncul di layar ponselnya tengah malam itu.

Pesannya tidak memiliki pengirim, hanya koordinat lokasi dan satu kalimat pendek: “Jika ingin tahu kebenaran tentang ayahmu, datanglah sendiri.”

Ayah Arka adalah seorang arkeolog yang hilang dua tahun lalu saat meneliti reruntuhan kuno di luar kota. Polisi menyebutnya kecelakaan. 

Banyak orang percaya ia tersesat. Tapi Arka selalu yakin ada sesuatu yang lebih besar dari itu.

Koordinat itu mengarah ke sebuah gudang tua di kawasan pelabuhan. Dengan jantung berdebar, Arka menyelinap masuk. 

Di dalamnya gelap dan sunyi. Namun di sudut ruangan, ia menemukan pintu besi tersembunyi di balik tumpukan peti kayu. Pintu itu sedikit terbuka.

Tangga sempit membawanya turun ke bawah tanah. Semakin dalam ia melangkah, semakin terasa hawa dingin dan lembap. 

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Di ujung tangga, ia menemukan lorong panjang dengan lampu redup yang menyala otomatis saat ia melintas.

Lorong itu membawa Arka ke sebuah ruang luas yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya—sebuah kota bawah tanah yang tersembunyi di bawah pelabuhan. Bangunan beton tua, rel kereta kecil, dan simbol-simbol aneh terukir di dinding.

“Jadi kau datang juga.”

Suara itu membuat Arka menoleh cepat. Seorang wanita berjaket hitam berdiri beberapa meter darinya. Tatapannya tajam, namun tidak tampak bermusuhan.

“Siapa kamu?” tanya Arka.

“Namaku Nara. Ayahmu bekerja dengan kami.”

Nara menjelaskan bahwa kota bawah tanah itu adalah proyek rahasia yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Tempat itu dibangun sebagai pusat penelitian artefak kuno yang memiliki energi misterius. 

Ayah Arka menemukan sesuatu yang sangat penting—sebuah kristal yang mampu menyimpan dan memperkuat energi alam.

“Tapi kenapa dia menghilang?” suara Arka bergetar.

Nara terdiam sejenak. “Karena ada pihak lain yang menginginkan kristal itu.”

Tiba-tiba sirene berbunyi. Lampu merah berkedip di sepanjang lorong. Nara menarik tangan Arka.

“Mereka sudah menemukan kita.”

Langkah kaki berat menggema dari arah pintu masuk. Beberapa pria bersenjata muncul, mengenakan pakaian taktis hitam. Tanpa pikir panjang, Nara berlari sambil menyeret Arka melewati lorong sempit yang hanya cukup untuk satu orang.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Mereka memasuki ruang kontrol dengan layar-layar besar yang menampilkan peta kota bawah tanah. Di tengah ruangan, di dalam kapsul kaca, berdiri kristal biru yang memancarkan cahaya lembut.

“Itu yang dicari semua orang,” kata Nara cepat. “Ayahmu menyembunyikannya agar tidak jatuh ke tangan yang salah.”

Arka menatap kristal itu. Ada sesuatu yang terasa akrab, seolah energi di dalamnya mengenali dirinya. Tanpa sadar, ia mendekat dan menyentuh kapsul kaca.

Sekejap kemudian, cahaya kristal membesar, memenuhi ruangan dengan kilatan biru terang. Suara tembakan terdengar di luar, tetapi seolah teredam oleh energi yang mengelilingi mereka.

Layar-layar mulai menampilkan rekaman lama. Wajah ayah Arka muncul.

“Jika kau melihat ini, berarti kau sudah cukup berani untuk menemukan kebenaran,” suara ayahnya terdengar jelas. “Kristal ini tidak bisa dikendalikan oleh siapa pun yang memiliki niat buruk. Hanya mereka yang terhubung secara darah dan hati yang bisa mengaktifkannya.”

Nara menatap Arka dengan takjub. “Itu sebabnya mereka mengejarmu.”

Langkah kaki semakin dekat. Pintu ruang kontrol hampir ditembus. Arka merasakan denyut hangat dari kristal itu, seperti jantung yang berdetak selaras dengan miliknya.

“Kalau begitu kita tidak boleh membiarkan mereka mendapatkannya,” kata Arka tegas.

Ia memusatkan pikiran pada satu hal: melindungi apa yang ayahnya jaga. Cahaya kristal berubah menjadi gelombang energi yang menyebar ke seluruh kota bawah tanah. 

Lampu merah padam. Sistem keamanan aktif. Pintu-pintu baja tertutup otomatis, memisahkan para penyusup.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Dalam hitungan detik, semuanya kembali sunyi.

Nara menghela napas panjang. “Kau baru saja menyelamatkan tempat ini.”

Arka menatap kota bawah tanah yang kini terasa berbeda—bukan lagi misteri, melainkan warisan. Ia sadar bahwa petualangannya baru saja dimulai. Ayahnya mungkin belum benar-benar hilang. Masih banyak rahasia yang tersembunyi di lorong-lorong itu.

Dan untuk pertama kalinya sejak dua tahun terakhir, Arka tidak lagi merasa sendirian.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama