𝑴𝒂𝒉𝒌𝒐𝒕𝒂 𝑪𝒂𝒉𝒂𝒚𝒂 𝒅𝒂𝒓𝒊 𝑵𝒆𝒈𝒆𝒓𝒊 𝑻𝒂𝒏𝒑𝒂 𝑴𝒂𝒕𝒂𝒉𝒂𝒓𝒊


𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di ujung dunia yang tidak pernah tersentuh siang, terdapat sebuah negeri bernama Noctyra—tanah yang selamanya diselimuti malam.
Gerbang Waktu.
Dan Gerbang Pengorbanan.

Langitnya gelap, namun bukan tanpa cahaya. Bintang-bintang di sana bersinar lebih terang dari mana pun di dunia lain, seakan menggantikan matahari yang telah lama hilang.

Menurut legenda, dahulu Noctyra memiliki matahari seperti negeri lainnya. Namun ketika seorang raja tamak mencoba mencuri kekuatan cahaya abadi, matahari itu pecah menjadi serpihan dan menghilang ke dalam langit.

Sejak saat itu, malam menjadi abadi.

Di negeri itu hiduplah seorang gadis bernama Elvara. Ia bukan bangsawan, bukan penyihir, dan bukan pula prajurit. Ia hanyalah penjaga perpustakaan tua di pusat kota Arkanis.

Namun Elvara memiliki satu keanehan: setiap kali ia menyentuh buku kuno, huruf-huruf di dalamnya bercahaya.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Suatu malam, saat badai bintang jatuh mengguncang langit, sebuah buku terkunci jatuh dari rak tertinggi. Sampulnya terbuat dari logam perak dengan simbol mahkota di tengahnya.

Ketika Elvara membukanya, cahaya menyilaukan menyembur keluar.

Sebuah suara berbisik lembut.

“Pewaris cahaya telah ditemukan.”

Elvara terjatuh. Tubuhnya terasa panas, namun bukan menyakitkan—melainkan seperti api yang memberi kehidupan.

Di halaman terakhir buku itu terdapat peta menuju “Mahkota Cahaya”—artefak yang diyakini mampu menghidupkan kembali matahari Noctyra.

Namun Mahkota Cahaya dijaga oleh tiga gerbang:

Gerbang Bayangan.

Keesokan harinya, kota Arkanis diguncang oleh kedatangan pasukan dari Ordo Umbra—kelompok penyihir yang ingin menjaga malam tetap abadi. Mereka percaya kegelapan adalah kekuatan sejati.

Pemimpin mereka, Lord Vaeroth, mengetahui bahwa seseorang telah membangkitkan kitab kuno itu.

Ia tahu cahaya telah memilih pewarisnya.

Elvara tidak punya pilihan.

Bersama Kael, seorang penjaga kota yang diam-diam mempercayainya, ia memulai perjalanan menuju pegunungan utara tempat Gerbang Bayangan berada.

Di sana, mereka harus menghadapi makhluk yang tercipta dari ketakutan terdalam mereka sendiri. Kael melihat bayangan kegagalannya sebagai prajurit. Elvara melihat dirinya sebagai gadis biasa yang tidak cukup kuat.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Namun Gerbang Bayangan hanya terbuka ketika mereka menerima ketakutan itu, bukan melawannya.

Gerbang kedua, Gerbang Waktu, membawa mereka ke masa lalu—ke hari ketika matahari Noctyra hancur. Elvara melihat kebenaran: raja yang menghancurkan matahari bukanlah tamak semata, melainkan mencoba menyelamatkan negerinya dari kekuatan yang lebih gelap.

Matahari pecah bukan karena keserakahan.

Melainkan karena pengkhianatan.

Di Gerbang terakhir, Gerbang Pengorbanan, Mahkota Cahaya menunggu di atas altar kristal.

Namun ada harga yang harus dibayar.

“Cahaya membutuhkan wadah,” suara kitab itu kembali berbisik.

Elvara memahami maksudnya.

Untuk menghidupkan matahari, seseorang harus menjadi jembatan antara langit dan bumi—mengikat jiwanya dengan cahaya itu selamanya.

Lord Vaeroth muncul sebelum keputusan diambil. Pertarungan terjadi di bawah langit yang berputar seperti pusaran galaksi.

Kael hampir tumbang. Pasukan Umbra mengepung mereka.

Elvara memegang Mahkota Cahaya.

Ia bukan bangsawan. Bukan penyihir besar.

Namun ia adalah seseorang yang percaya bahwa dunia layak melihat fajar sekali lagi.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Ia mengenakan mahkota itu.

Cahaya meledak ke langit.

Tubuhnya terangkat, menyatu dengan serpihan matahari yang selama ini tersebar di antara bintang-bintang.

Langit Noctyra bergetar.

Untuk pertama kalinya dalam ribuan tahun, garis emas muncul di cakrawala.

Fajar.

Ketika cahaya menyentuh kota Arkanis, orang-orang menangis. Bayangan tidak lagi menguasai segalanya.

Elvara tidak kembali seperti semula.

Namun setiap pagi, ketika matahari terbit, siluet seorang gadis dapat terlihat samar di dalam sinarnya—tersenyum, menjaga negeri yang akhirnya mengenal terang.

Dan Noctyra tidak lagi menjadi negeri tanpa matahari.

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama