𝐍𝐄𝐑𝐀𝐓𝐇𝐈𝐒 – 𝐃𝐔𝐍𝐈𝐀 𝐘𝐀𝐍𝐆 𝐌𝐄𝐌𝐀𝐊𝐀𝐍 𝐏𝐀𝐑𝐀 𝐃𝐄𝐖𝐀

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di luar batas realitas manusia, terdapat sebuah dunia bernama Nerathis—tempat di mana para dewa tidak disembah… melainkan diburu.

Ribuan tahun lalu, para dewa turun ke Nerathis untuk menciptakan kehidupan. Mereka membentuk gunung, laut, dan makhluk hidup dari kekuatan mereka sendiri. Namun ada satu kesalahan fatal: mereka memberikan sebagian kekuatan ilahi itu kepada manusia.

Manusia berubah.

Mereka tidak lagi lemah.

Mereka menjadi Pemburu Dewa.

Ketika seorang dewa dibunuh, kekuatannya tidak hilang—melainkan berpindah kepada pembunuhnya. Sejak saat itu, perang besar terjadi. Satu per satu dewa jatuh, dan manusia menjadi semakin kuat… semakin rakus.

Kini, hanya tersisa satu dewa terakhir.

Namanya: Astrael, Dewa Pencipta.

Namun cerita ini bukan tentang dia.

Ini tentang seorang pemuda bernama Ravion—seorang yatim piatu yang hidup di reruntuhan kota suci. Ia tidak memiliki kekuatan, tidak memiliki tanda ilahi, dan dianggap tidak berguna di dunia yang hanya menghargai kekuatan.

Sampai suatu hari… ia membunuh sesuatu.

Bukan dewa.

Bukan manusia.

Melainkan makhluk asing yang bahkan para pemburu pun tak berani sentuh—Fragmen Dewa.

Saat Ravion menyentuh tubuh makhluk itu, sesuatu masuk ke dalam dirinya.

Bukan kekuatan biasa.

Melainkan suara.

“AKHIRNYA… AKU MENEMUKAN WADAH.”

Sejak saat itu, Ravion mulai berubah. Tubuhnya mampu menyerap kekuatan tanpa batas. Ia bisa melahap energi dewa tanpa hancur. Namun setiap kekuatan yang ia ambil… perlahan menghapus dirinya sendiri.

Namanya mulai dilupakan. Wajahnya terasa asing bahkan bagi orang yang mengenalnya.

Ia menjadi sesuatu yang tidak sepenuhnya manusia.

Sementara itu, para Pemburu Dewa elit mulai menyadari ancaman baru. Bagi mereka, Ravion bukan sekadar manusia—melainkan potensi kehancuran seluruh sistem kekuatan di Nerathis.

Perburuan pun dimulai.

Di tengah konflik itu, Ravion menemukan kebenaran yang jauh lebih mengerikan:

Para dewa tidak pernah benar-benar menciptakan dunia.

Nerathis adalah makhluk hidup.

Dan para dewa… hanyalah makanan.

Apa yang disebut “Fragmen Dewa” bukanlah sisa kekuatan—melainkan bagian dari sesuatu yang lebih besar… sesuatu yang sedang bangun.

Dan Ravion… bukan manusia yang mendapatkan kekuatan.

Ia adalah wadah.

Untuk sesuatu yang ingin memakan segalanya—dewa, manusia, bahkan dunia itu sendiri.

Di pertempuran terakhir, saat Astrael akhirnya muncul, kebenaran terungkap:

Astrael tidak takut pada manusia.

Ia takut pada Ravion.

Karena yang ada di dalam dirinya adalah sesuatu yang bahkan para dewa tidak bisa bunuh.

Pilihan terakhir Ravion pun tiba:

  • Mengorbankan dirinya untuk menghentikan entitas itu
  • Atau melepaskannya… dan mengakhiri Nerathis selamanya
Bukan pemburu.
akhir dari segalanya.
x

Saat langit retak dan dunia mulai runtuh, Ravion tersenyum.

Untuk pertama kalinya, ia tahu siapa dirinya.

Bukan manusia.

Melainkan…

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama