𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 - Di tengah desa Sumberjati berdiri sebuah sumur tua yang sudah tidak digunakan sejak puluhan tahun lalu. Sumur itu dikelilingi pagar bambu rapuh dan pohon beringin yang akarnya menjulur seperti jari-jari kurus mencengkeram tanah.
Tak ada yang berani mendekat setelah magrib.
Konon, sumur itu tidak pernah benar-benar kosong.
Raka, seorang pemuda yang baru kembali dari kota, tidak percaya pada cerita lama. Ia menertawakan larangan warga yang melarangnya mendekati sumur saat malam.
“Itu cuma mitos supaya anak-anak tidak bermain di sana,” katanya santai.
Suatu malam, listrik desa padam total. Angin berembus lebih dingin dari biasanya. Dari arah halaman belakang rumahnya, Raka mendengar suara aneh.
Plung.
Seperti ada sesuatu jatuh ke dalam air.
Ia mengambil senter dan berjalan ke arah sumur tua itu.
Saat ia mendekat, angin berhenti.
Suasana menjadi sunyi sekali.
Lalu terdengar suara perempuan berbisik dari dalam sumur.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
“Raka…”
Ia membeku.
Suara itu lembut. Hampir seperti suara ibunya.
“Raka… tolong…”
Jantungnya berdetak keras. Ia menyorotkan senter ke dalam sumur.
Airnya hitam pekat.
Tidak memantulkan cahaya.
“Siapa di sana?” teriaknya.
Tidak ada jawaban.
Namun beberapa detik kemudian, terdengar lagi.
“Raka… aku di sini…”
Suara itu kini terdengar lebih dekat, seolah berada tepat di bawah permukaan air.
Raka mundur selangkah.
Tiba-tiba air di dalam sumur beriak, padahal tidak ada angin.
Dari kegelapan itu, muncul bayangan wajah perempuan dengan rambut panjang menutupi separuh mukanya. Kulitnya pucat, matanya kosong.
Ia tersenyum.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Dan perlahan, tangannya muncul dari dalam air, meraih bibir sumur.
Raka tersentak mundur.
Ia berlari pulang tanpa menoleh.
Namun malam itu ia tidak bisa tidur.
Setiap kali ia memejamkan mata, ia melihat sumur itu.
Dan perempuan itu berdiri di dalamnya.
Hari berikutnya, warga menemukan jejak kaki basah dari sumur menuju rumah Raka.
Jejak itu berhenti tepat di depan pintu kamarnya.
Malam berikutnya, suara itu tidak lagi datang dari sumur.
Melainkan dari bawah tempat tidurnya.
“Raka…”
Ia terbangun dengan keringat dingin.
Air menetes dari langit-langit.
Padahal tidak hujan.
Lantai kamarnya perlahan menjadi basah.
Dan dari sudut ruangan, muncul genangan kecil yang semakin melebar.
Ia menyalakan lampu.
Genangan itu membentuk lingkaran.
Seperti mulut sumur.
Dan dari dalamnya terdengar suara yang kini jelas.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
“Aku tidak sendiri lagi…”
Keesokan paginya, Raka menghilang.
Warga hanya menemukan senter miliknya di samping sumur tua.
Dan air sumur itu, yang sebelumnya hitam, kini terlihat sedikit lebih jernih.
Karena di dasar sumur, samar-samar terlihat dua bayangan berdiri berdampingan.
Sejak saat itu, warga desa tahu satu hal.
Sumur itu tidak meminta korban secara paksa.
Ia hanya memanggil nama.
Dan jika kau menjawabnya…
ia tidak akan pernah melepaskanmu.
--------
𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
x
