𝑳𝒐𝒓𝒐𝒏𝒈 𝒅𝒊 𝑩𝒂𝒍𝒊𝒌 𝑱𝒂𝒎 𝑫𝒊𝒏𝒅𝒊𝒏𝒈

𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 Di sebuah rumah kontrakan sempit di pinggir kota, tinggal seorang wanita muda bernama Naya. Ia pindah ke tempat itu karena murah dan dekat dengan tempat kerjanya. Rumah itu terlihat biasa saja, hanya sedikit lembap dan catnya mulai mengelupas.

Namun ada satu benda yang langsung menarik perhatiannya sejak hari pertama: sebuah jam dinding tua di ruang tamu.

Jam itu besar, berwarna cokelat gelap, dan detiknya berbunyi sangat keras.

Tik… tok… tik… tok…

Pemilik rumah sebelumnya berkata jam itu tidak boleh dilepas karena sudah menempel di dinding sejak puluhan tahun lalu.

Naya tidak terlalu memikirkan.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Malam pertama, ia terbangun tepat pukul dua dini hari karena suara jam yang terdengar lebih keras dari biasanya.

Tik… tok… tik… tok…

Ia membuka mata dan melihat jarum jam tidak bergerak.

Namun bunyinya tetap berjalan.

Aneh.

Ia kembali tidur.

Malam kedua, Naya bermimpi berjalan di lorong sempit yang tidak berujung. Dindingnya basah, lampunya berkedip, dan di kejauhan terdengar suara langkah kaki mengikuti.

Saat terbangun, kakinya penuh lumpur.

Padahal ia tidur di kasur.

Ia mulai merasa ada yang tidak beres.

Hari ketiga, ia menemukan bekas telapak tangan kecil di kaca kamar mandi. Jarinya panjang dan kurus, seperti milik anak-anak, tapi terlalu tipis untuk manusia.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Naya mencoba menghapusnya.

Bekas itu muncul kembali malam harinya.

Dan dari arah ruang tamu, terdengar suara seseorang berbisik pelan.

“Naya…”

Ia mengunci pintu kamar.

Jam dinding berdentang tiga kali.

Tok… tok… tok…

Padahal masih pukul dua.

Malam berikutnya, Naya memberanikan diri mendekati jam itu. Saat ia menempelkan telinga ke dinding, ia mendengar suara tangisan dari balik tembok.

Tangisan banyak orang.

Ia memukul dinding.

“Siapa di sana?!”

Tiba-tiba jam itu berhenti.

Ruangan menjadi sunyi.

Dan dinding di belakang jam perlahan terbuka seperti pintu.

Lorong gelap terlihat di baliknya.

Udara dingin menyeruak keluar.

Sebuah tangan pucat muncul dari kegelapan dan mencengkeram pergelangan Naya.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 

Ia menjerit.

Dalam sekejap, ia terseret masuk.

Pagi harinya, tetangga menemukan pintu rumah Naya terbuka.

Lampu menyala.

TV hidup.

Namun Naya tidak ada.

Jam dinding kembali berdetak normal.

Tik… tok… tik… tok…

Beberapa hari kemudian, penghuni baru pindah ke rumah itu.

Dan pada malam pertama, tepat pukul dua dini hari, mereka mendengar suara jam berbunyi lebih keras dari biasanya.

Disusul bisikan lirih dari dinding.

“Sekarang… giliran kamu…”

--------

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama