𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗
LAMPU4D - Zander Maxime Lewis tidak pernah percaya pada hal-hal lembut. Di dunia yang ia kuasai, rasa iba hanya membuat seseorang mati lebih cepat. Ia dibesarkan oleh kehilangan, dibentuk oleh peluru, dan ditakuti oleh nama yang ia bangun sendiri.
Maxime tidak punya saudara. Orang tuanya telah lama pergi, meninggalkan warisan gelap yang harus ia pegang sendirian. Dan selama bertahun-tahun, ia mengira sepi adalah harga yang wajar untuk kekuasaan.
Sampai ia bertemu Luna Vanderbilt.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Luna adalah hal yang tidak seharusnya berada di dunia mereka. Anak kesayangan keluarga mafia Vanderbilt, tetapi tumbuh seperti bunga yang sengaja disembunyikan dari badai.
Lemah lembut, manja, dan terlalu polos untuk mengerti istilah “darah dibayar darah”. Ia lebih paham aroma teh hangat daripada bau mesiu. Ia lebih suka merapikan pita rambutnya daripada membaca peta wilayah.
Maxime jatuh cinta pada Luna dengan cara yang tidak masuk akal, cinta yang memalukan bagi seorang penguasa mafia.
Cinta yang membuatnya sanggup membakar dunia, hanya demi melihat Luna tersenyum.
Malam itu, di pesta yang dibuat untuk dua keluarga, Luna berdiri di dekat balkon, memandangi lampu kota.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Maxime mendekat perlahan, jas hitamnya rapi, tatapannya dingin. Luna menoleh, lalu menunduk canggung.
“Kamu… Maxime, ya,” ucap Luna pelan.
Maxime mengangguk. “Luna.”
Luna memeluk lengan sendiri. “Ayah bilang kamu teman baik keluarga kami.”
“Dulu,” jawab Maxime singkat. “Ayahmu sahabat ayahku.”
Luna mengangguk, lalu tersenyum kecil. “Kamu kelihatan… serius sekali.”
Maxime menatapnya lama. “Aku tidak datang untuk bercanda.”
Luna gugup. “Kalau begitu, untuk apa kamu datang.”
Maxime tidak biasa mengucapkan perasaan. Ia tidak terbiasa meminta. Jadi ia memilih cara yang ia kuasai, yaitu mengambil.
“Aku datang untuk menjemputmu,” katanya.
Luna membeku. “Menjemput aku.”
“Aku akan menikahimu,” ucap Maxime, datar, seolah itu keputusan bisnis. “Orang tuamu sudah setuju.”
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: LAMPU4D
Luna seperti kehilangan suara. “Apa.”
Maxime mengulang dengan tenang. “Aku akan menikahimu, Luna.”
“Tidak, ini… ini bercanda,” Luna menatap sekeliling, seolah mencari orang yang akan tertawa. “Aku tidak mengerti.”
Maxime mendekat setengah langkah. “Kamu tidak perlu mengerti. Kamu hanya perlu ikut.”
Luna mundur. “Aku tidak mau.”