𝐆𝐚𝐝𝐢𝐬 𝐋𝐮𝐠𝐮 𝐊𝐞𝐬𝐚𝐲𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐓𝐮𝐚𝐧 𝐌𝐮𝐝𝐚 𝐌𝐚𝐱𝐢𝐦𝐞 - 𝐏𝐀𝐑𝐓 𝟐

 

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

LAMPU4D   - Mata Maxime mengeras. “Aku tidak bertanya.”

Dan malam itu, untuk pertama kalinya, Luna Vanderbilt tahu bahwa di dunia mafia, kata “tidak” kadang tidak punya tempat.

Orang tua Luna memang menyetujui, bukan karena tidak sayang, tetapi karena percaya. Mereka percaya Maxime karena mengenal ayahnya, karena menganggap Maxime lelaki yang memegang janji. Mereka tidak tahu, bahwa janji Maxime selalu punya sisi gelap.

Saat Luna menangis di kamar, ibunya memeluknya.

“Luna, sayang,” kata ibunya lembut. “Maxime lelaki yang baik.”

“Baik itu apa, Ma,” Luna terisak. “Kalau dia memaksaku.”

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Ayahnya menatap Luna dengan sedih. “Dia tidak punya siapa-siapa selain dirinya sendiri. Dia tumbuh keras, tapi dia tidak akan menyakitimu.”

Luna menggeleng, air mata menetes. “Aku takut.”

Ibunya mencium kening Luna. “Kadang, takut itu pintu menuju bahagia. Percayalah.”

Luna tidak yakin, tetapi ia tidak punya kekuatan untuk melawan keluarganya sendiri.

Sementara itu, Maxime pulang ke markasnya ditemani Aidan Aldrige, asisten kepercayaannya. Aidan lebih tenang, lebih rasional, tetapi matanya tajam. Di dunia Maxime, Aidan adalah tangan kanan, orang yang paling dipercaya menjaga celah.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

“Kamu yakin tentang ini,” tanya Aidan.

Maxime menatap keluar jendela. “Aku tidak pernah seyakin ini.”

Aidan menghela napas. “Luna terlihat seperti gadis yang mudah patah.”

“Aku tidak akan mematahkan dia,” ucap Maxime dingin.

“Kamu mungkin tidak bermaksud,” balas Aidan, “tapi caramu mencintai orang selalu seperti mengekang.”

Maxime menoleh, tatapannya gelap. “Aku tidak peduli pendapatmu.”

Aidan diam, lalu mengangguk. “Baik. Aku hanya memastikan kamu ingat, cinta bukan perang.”

Maxime tidak menjawab. Ia tidak tahu bagaimana mencintai selain dengan melindungi berlebihan, dan melindungi dalam dunia mafia sering berarti mengurung.

Beberapa hari setelah lamaran itu, Luna mulai hidup di rumah Maxime, rumah mewah yang lebih mirip benteng. Penjagaan ketat, kamera di setiap sudut, dan aturan yang tidak tertulis tapi jelas.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Luna berdiri di depan jendela besar kamar, memandangi taman. Maxime masuk, membawa nampan makanan.

“Kamu makan,” perintah Maxime.

Luna menatapnya dengan mata merah. “Aku bukan tahanan.”

Maxime meletakkan nampan. “Kamu aman.”

“Aman itu bukan berarti aku tidak boleh keluar,” kata Luna, suaranya bergetar.

Maxime mendekat, menurunkan suaranya. “Di luar, ada hal yang tidak kamu mengerti.”

Luna mengangkat dagu. “Aku ingin mengerti. Aku ingin kamu berhenti memperlakukanku seperti boneka.”

BERSAMBUNG

ᴛᴜɴɢɢᴜɪɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀ ꜱᴇʟᴀɴᴊᴜᴛɴʏᴀ ᴛᴇᴍᴀɴ-ᴛᴇᴍᴀɴ ᴀᴋᴜ😊

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞 : LAMPU4D


𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama