𝗣𝗮𝗻𝗴𝗲𝗿𝗮𝗻 𝗔𝗿𝘁𝗵𝘂𝗿, 𝗞𝗲𝗸𝗮𝘀𝗶𝗵 𝗟𝘂𝗻𝗮 - 𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

 

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗

LAMPU4D   -Namun kebahagiaan mereka tidak berlangsung lama.

Kabar tentang hubungan mereka sampai ke telinga keluarga kerajaan.

Ratu memanggil Luna ke ruang pribadinya.

“Kamu gadis baik,” ucap Ratu dengan suara tenang namun dingin. “Tapi kamu bukan calon yang pantas untuk Pangeran Arthur.”

Luna menunduk. “Saya mengerti.”

“Kamu harus pergi.”

Kalimat itu menusuk lebih dalam dari apa pun.

Malam itu, Luna meninggalkan istana tanpa pamit.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Arthur mencarinya ke seluruh kota. Ia menemukan Luna di halte kecil, dengan koper sederhana di sampingnya.

“Kamu mau pergi,” suara Arthur bergetar.

Luna menahan tangis. “Ini yang terbaik.”

Arthur memeluk Luna erat. “Tanpa kamu, semua ini tidak berarti.”

Luna menangis di dada Arthur. “Aku mencintaimu, Arthur. Tapi aku tidak ingin jadi alasan kamu kehilangan masa depan.”

Arthur menggenggam wajah Luna. “Kamu adalah masa depanku.”

Namun Luna tetap pergi.

Bulan-bulan berlalu. Arthur berubah. Ia menjalani tugas kerajaan tanpa senyum, menghadiri pertemuan tanpa gairah. Semua orang melihat Pangeran Arthur semakin dingin.

Suatu hari, Arthur berdiri di depan ayahnya.

“Aku tidak akan menikah dengan siapa pun selain Luna.”

Raja terdiam.

Arthur melanjutkan, “Jika kerajaan ini mengharuskanku kehilangan cinta, maka aku tidak pantas memimpin.”

Keputusan itu mengguncang keluarga kerajaan.

Akhirnya, setelah perdebatan panjang, Raja mengalah.

Arthur mencari Luna sampai ke kota kecil tempat Luna bekerja di toko buku.

Saat Luna melihat Arthur berdiri di depan pintu toko dengan jas sederhana, ia terisak.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Arthur berjalan mendekat.

“Aku datang menjemput masa depanku.”

Luna menangis sambil tertawa. “Kamu gila.”

Arthur memeluknya. “Mungkin. Tapi aku bahagia.”

Arthur membawa Luna kembali ke istana, bukan sebagai penerjemah, tetapi sebagai wanita yang ia pilih.

Pernikahan mereka tidak megah. Hanya upacara sederhana di taman kerajaan. Luna mengenakan gaun putih polos. Arthur tersenyum tulus.

Saat Arthur memasangkan cincin di jari Luna, ia berbisik,

“Aku tidak memilih tahta. Aku memilih kamu.”

Luna menitikkan air mata bahagia.

Tahun-tahun berlalu.

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

Luna menjadi permaisuri yang dicintai rakyat karena kelembutannya. Arthur menjadi raja yang bijak karena belajar mencintai tanpa kekuasaan.

Suatu sore, Luna duduk di balkon istana sambil memeluk bayi kecil mereka. Arthur berdiri di belakangnya, menyelimuti bahu Luna.

“Kamu menyesal memilih hidup seperti ini,” tanya Arthur pelan.

Luna tersenyum, menatap anak mereka.

“Tidak. Aku menemukan rumah.”

Arthur mengecup kening Luna.

Dan di bawah langit kerajaan Valemore, dua hati yang dulu terpisah oleh status akhirnya bersatu oleh pilihan.

Karena cinta sejati tidak pernah meminta kesempurnaan.

Ia hanya meminta keberanian untuk bertahan.

𝗧𝗔𝗠𝗔𝗧

𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞LAMPU4D

𝗠𝗮𝗱𝗲 𝗯𝘆 : 𝗟𝗔𝗠𝗣𝗨𝟰𝗗


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama