𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 - Di sebuah kota yang padat dan penuh suara kendaraan, hidup seorang pria bernama Rendra. Ia bekerja sebagai teknisi jaringan internet yang sering mendapat panggilan untuk memperbaiki jaringan di malam hari.
Kebanyakan orang menghindari pekerjaan malam, tetapi bagi Rendra justru malam terasa lebih tenang.
Malam adalah waktu ketika kota berubah menjadi berbeda. Jalanan yang biasanya ramai menjadi sunyi. Lampu-lampu bangunan terlihat lebih terang.
Dan terkadang, menurut Rendra, ada hal-hal yang terasa aneh jika seseorang benar-benar memperhatikannya.
Suatu malam sekitar pukul satu dini hari, Rendra mendapat panggilan dari sebuah alamat yang tidak pernah ia dengar sebelumnya.
Lokasinya berada di pinggir kota, dekat area lama yang sebagian besar bangunannya sudah kosong.
Pesan yang ia terima sangat singkat.
"Internet mati. Tolong datang malam ini."
Biasanya Rendra akan menunda pekerjaan seperti itu sampai pagi, tetapi entah kenapa malam itu ia merasa ingin segera menyelesaikannya.
Ia menyalakan motornya dan mengikuti alamat di peta.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Semakin jauh ia berkendara, jalanan semakin sepi. Toko-toko sudah tutup, lampu rumah mulai padam satu per satu, dan hanya suara angin malam yang terdengar di sepanjang jalan.
Ketika ia hampir sampai di alamat tujuan, peta di ponselnya tiba-tiba berhenti bergerak. Sinyalnya hilang.
Rendra mengira jaringan ponselnya bermasalah.
Ia berhenti di pinggir jalan untuk mencoba memperbaiki sinyal. Saat itulah ia menyadari sesuatu yang aneh.
Di ujung jalan yang tadi kosong, kini terlihat lampu-lampu kota yang terang.
Padahal ia sangat yakin tempat itu sebelumnya hanya area kosong.
Rendra mengerutkan kening dan menyalakan kembali motornya.
Semakin ia mendekat, semakin jelas bahwa di depan sana benar-benar ada sebuah kota kecil.
Bangunan-bangunannya terlihat tua tetapi terawat. Lampu jalan berwarna kuning hangat menerangi trotoar. Orang-orang berjalan santai seperti sedang menikmati malam.
Yang membuat Rendra heran adalah suasana kota itu terasa seperti berasal dari waktu yang berbeda.
Tidak ada mobil modern. Tidak ada suara mesin. Tidak ada papan reklame digital seperti di kota biasa.
Semua terlihat seperti kota dari puluhan tahun yang lalu.
Rendra turun dari motornya dan berjalan masuk dengan perasaan bingung.
Seorang pria yang sedang duduk di bangku taman memperhatikannya cukup lama.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Lalu pria itu berkata dengan nada tenang,
“Jarang ada orang luar yang datang ke sini.”
x
Rendra langsung bertanya di mana sebenarnya ia berada.
Pria itu menjawab bahwa tempat ini bernama Kota Athera.
Rendra mencoba mengingat, tetapi ia yakin tidak pernah mendengar nama kota itu sebelumnya.
Pria itu kemudian menjelaskan sesuatu yang membuat Rendra semakin bingung.
Menurutnya, kota ini tidak benar-benar ada di dunia yang sama dengan kota tempat Rendra tinggal.
Kota Athera hanya muncul setiap malam ketika sebagian besar dunia tertidur.
Dan hanya orang-orang tertentu yang secara tidak sengaja menemukan jalan menuju tempat itu.
Rendra tertawa kecil karena mengira pria itu hanya bercanda.
Namun ketika ia mencoba melihat kembali ke arah jalan tempat ia datang, ia menyadari sesuatu yang membuat tubuhnya merinding.
Jalan itu sudah tidak ada.
Yang terlihat hanya bangunan kota yang terus memanjang seperti labirin jalan tua.
Rendra berjalan menyusuri kota itu selama hampir satu jam.
Ia melihat toko buku kecil yang masih menggunakan lampu minyak, sebuah kafe tua dengan musik piano, dan orang-orang yang terlihat hidup seperti masyarakat biasa.
Namun ada satu hal yang membuat Rendra merasa aneh.
Tidak ada jam di kota itu.
Ketika ia bertanya tentang waktu, pria tadi hanya tersenyum.
Ia berkata bahwa waktu di kota ini berjalan berbeda.
Bagi mereka yang tinggal di sana, malam tidak pernah benar-benar berakhir.
Saat Rendra mulai merasa semakin bingung, tiba-tiba terdengar suara lonceng besar dari menara di tengah kota.
Orang-orang yang tadi berjalan santai mulai bergerak lebih cepat.
Lampu-lampu mulai meredup.
Pria tadi menatap Rendra dengan serius.
“Sekarang kamu harus pergi.”
Rendra bertanya kenapa.
Pria itu menjawab dengan tenang.
“Karena kota ini hanya muncul sebentar di dunia kalian. Jika kamu tetap di sini saat kota menghilang, kamu tidak akan bisa kembali ke tempat asalmu.”
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Rendra tidak sepenuhnya percaya, tetapi suasana kota yang tiba-tiba berubah membuatnya merasa panik.
Ia segera berlari kembali ke arah tempat motornya berada.
Ketika ia sampai di ujung jalan, semuanya mulai berubah.
Lampu kota satu per satu padam.
Bangunan mulai memudar seperti kabut.
Dan dalam beberapa detik, Rendra kembali berdiri di jalan kosong tempat ia tadi berhenti.
Tidak ada kota.
Tidak ada orang.
Hanya jalan sunyi dengan lampu jalan yang berkedip pelan.
Motor Rendra masih ada di sana.
Ponselnya kembali mendapat sinyal.
Alamat yang tadi muncul di peta sudah hilang.
Seolah tempat itu tidak pernah ada.
Sejak malam itu, Rendra sering melewati jalan yang sama setiap kali bekerja malam.
Kadang ia berhenti sejenak, berharap bisa melihat lampu kota misterius itu lagi.
Namun sampai sekarang, kota itu tidak pernah muncul lagi.
Dan Rendra mulai menyadari sesuatu.
Mungkin kota itu tidak hilang.
Mungkin kota itu hanya muncul ketika seseorang benar-benar tersesat di antara dua dunia.
--------
