𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃 - Kota itu selalu tampak tenang di permukaan, namun di balik keheningan malamnya tersimpan dunia lain yang tidak terlihat. Dunia yang dipenuhi kekuasaan, pengkhianatan, dan darah. Di sanalah nama Adrian Vortega berdiri sebagai bayangan paling besar yang menguasai segalanya.
Adrian bukan sekadar pemimpin. Ia adalah pusat dari semua ketakutan di kota itu. Tidak ada yang berani menentangnya, bukan karena mereka setuju, tetapi karena mereka tahu konsekuensinya.
Namun di balik kekuasaan yang dingin, Adrian memiliki satu prinsip yang tidak pernah ia langgar—ia tidak menyentuh orang yang tidak bersalah.
Prinsip itu terdengar sederhana, tetapi di dunia yang ia kuasai, itu adalah kelemahan.
Segalanya mulai berubah ketika ia bertemu dengan seorang gadis bernama Elara. Gadis itu bekerja di toko buku kecil di sudut kota, menjalani hidup sederhana tanpa mengetahui apa pun tentang dunia gelap yang mengelilinginya.
Pertemuan pertama mereka terjadi secara tidak sengaja, namun cukup untuk meninggalkan kesan yang tidak bisa dijelaskan oleh Adrian.
Elara tidak takut padanya.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Ia tidak melihat Adrian sebagai sosok yang mengerikan. Ia hanya melihatnya sebagai seorang pria yang datang dan pergi tanpa banyak bicara. Dan justru itu yang membuat Adrian terus kembali.
Hari demi hari berlalu, dan tanpa disadari, kehadiran Elara mulai mengubah sesuatu dalam diri Adrian. Ia yang selama ini hidup tanpa keterikatan, kini mulai merasa ada sesuatu yang ingin ia jaga.
Namun dunia mafia tidak pernah membiarkan kelemahan bertahan lama.
Kabar tentang kedekatan Adrian dengan Elara menyebar dengan cepat. Musuh-musuhnya tidak membutuhkan waktu lama untuk menyadari bahwa gadis itu adalah satu-satunya celah dalam pertahanannya.
Dan seperti yang sudah bisa diduga, mereka menyerang.
Suatu malam, Elara menghilang tanpa jejak. Tidak ada suara, tidak ada tanda perlawanan. Hanya sebuah pesan yang ditinggalkan untuk Adrian—sebuah undangan menuju perang yang tidak bisa ia hindari.
Adrian datang sendirian.
Bukan karena ia tidak punya pasukan, tetapi karena ia tahu ini bukan sekadar pertarungan kekuasaan. Ini adalah sesuatu yang lebih pribadi.
Gudang tua di pinggir kota menjadi tempat pertemuan mereka. Di sana, Elara terlihat terikat, namun masih hidup. Itu cukup bagi Adrian untuk menahan amarahnya.
𝐁𝐚𝐜𝐚 𝐂𝐞𝐫𝐢𝐭𝐚 𝐋𝐚𝐢𝐧𝐧𝐲𝐚 𝐤𝐞𝐭𝐢𝐤 𝐝𝐢 𝐆𝐨𝐨𝐠𝐥𝐞: 𝐋𝐀𝐌𝐏𝐔𝟒𝐃
Namun hanya sesaat.
Pilihan diberikan padanya—kekuasaan atau Elara.
Di dunia mafia, tidak ada yang memilih perasaan.
Namun Adrian bukan lagi pria yang sama.
Ia tidak menjawab dengan kata-kata. Ia menjawab dengan tindakan.
Pertarungan terjadi dengan cepat dan tanpa ampun. Tidak ada strategi rumit, tidak ada negosiasi. Hanya satu tujuan—mengakhiri semuanya dan membawa Elara kembali.
Dalam waktu singkat, keheningan kembali menyelimuti tempat itu.
Adrian berdiri di tengah kehancuran, napasnya berat, namun matanya tetap fokus pada satu hal. Ia berjalan mendekati Elara dan melepaskan ikatan yang menahannya.
Elara menatapnya dengan campuran rasa takut dan kelegaan.
“Siapa kamu sebenarnya?” tanyanya pelan.
Adrian terdiam sejenak.
Pertanyaan itu sederhana, namun jawabannya tidak pernah mudah.
“Aku seseorang yang tidak seharusnya kamu kenal,” jawabnya akhirnya.
Elara tidak langsung menjawab. Ia hanya menatapnya, lalu tersenyum kecil.
“Kalau begitu… aku sudah tidak bisa mundur.”
Jawaban itu sederhana, tetapi cukup untuk membuat Adrian mengerti.
Di dunia yang penuh kegelapan, Elara adalah satu-satunya cahaya yang ia miliki. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupnya, ia menyadari bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dari kekuasaan.
Sejak malam itu, Adrian tidak lagi hanya menjadi penguasa kota.
Ia menjadi seseorang yang memiliki alasan untuk bertahan.
Dan di dunia mafia, memiliki sesuatu untuk dijaga… adalah risiko terbesar yang bisa dimiliki seseorang.
--------------
